22
JUNI 2026 12:19 WIB
PENDIDIKAN 34 Kali Dilihat

Madrasah Pesantren Miftahus Sa’adah Resmi Dibuka Bupati Sumedang 

Gani

Gani

Pewarta

Madrasah Pesantren Miftahus Sa’adah Resmi Dibuka Bupati Sumedang 

Sumedang, Logo | Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menghadiri kegiatan Akhirusannah sekaligus meresmikan Madrasah Pesantren Miftahus Sa'adah yang berlokasi di Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah, yakni di Desa Bantarmara, Kecamatan Cisarua, Senin 22 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah, Dede Ahmad Faqih, berucap syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Bupati Sumedang di lingkungan pesantren.

Dede juga mengungkapkan adanya hubungan emosional antara keluarga pesantren dengan Bupati Dony, mengingat ia beserta istrinya pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Buruj pesanteen milik Bupati.

Menurutnya, Ponpes Miftahus Sa'adah berdiri sejak tahun 1986 dan didirikan oleh ayahnya almarhum K.H. Ubir Yahya Sukmana. Selama perjalanan pembangunannya hingga tahun 2019, sekitar 90 persen pembangunan pesantren dilakukan secara mandiri dengan biaya pribadi keluarga pendiri, sementara sisanya berasal dari bantuan para dermawan.

"Karena dibangun sedikit demi sedikit sesuai kemampuan, bentuk bangunan pesantren berkembang secara bertahap. Namun kami meyakini semua ini menjadi bagian dari keberkahan perjuangan para pendiri sehingga pesantren tetap berdiri, berkembang dan diterima oleh masyarakat," ungkapnya.

Dede menjelaskan, sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan pendidikan, dua tahun terakhir Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah telah mendirikan SMP Plus Miftahus Sa'adah yang kini telah memiliki izin operasional dan mulai menerima angkatan ketiga.

Meski demikian, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan sehingga pesantren belum dapat menerima seluruh calon santri yang ingin menimba ilmu. Saat ini, kapasitas penerimaan santri baru masih terbatas sekitar 15 orang setiap tahunnya.

Bupati Sumedang berikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membina umat, memperkuat akhlak masyarakat, serta mendidik generasi muda agar memiliki kedekatan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya.

"Pesantren hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Di tempat inilah anak-anak kita dididik akhlaknya, diperkuat ilmu agamanya, belajar mengaji, serta dibentuk menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Insyaallah, pahala dari ilmu yang diberikan akan terus mengalir kepada para guru dan pesantren," kata Dony.

Sisi lain, sebutnya, semangat kemandirian yang menjadi ciri khas perjalanan Pondok Pesantren Miftahus Sa'adah. Perjuangan yang dilakukan secara bertahap dengan penuh keikhlasan dan istiqamah merupakan teladan yang harus dijaga.

"Selama kita memiliki niat dan tujuan yang baik, insyaallah Allah akan membuka jalan. Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil," tuturnya.

Kepada para orang tua, Bupati mengajak agar pendidikan agama bagi anak-anak mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan pendidikan umum. Pendidikan agama menjadi wasilah untuk membentuk generasi yang saleh dan salehah.

Dony juga menyampaikan komitmen Pemkab Sumedang untuk terus memperhatikan pendidikan keagamaan melalui berbagai kebijakan, seperti pemberian insentif bagi guru ngaji, bantuan sarana prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Sehingga, tambah dia, melalui Perubahan APBD Kabupaten Sumedang rencana bantuan sarana dan prasarana pesantren akan dikucurkan sebesar 50jt, sebagai bentuk dukungan kepada pengembangan Ponpes Miftahus Sa'adah.

Ia pun berharap, semangat kemandirian menjadi inspirasi, terus dipertahankan dan mendorong pengelola pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memiliki visi besar dalam pengembangan pesantren.

"Semoga terus berkembang, memberikan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas lembaga pendidikan," pungkasnya. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!